IOTOMOTIF.com – Ban cadangan kerap terlupakan oleh pemilik mobil. Selain lokasi penyimpanan, ukuran dan tekanan ban kadang terasa dilupakan.
Selain dilupakan, pemilik mobil juga sering tidak mengetahui fakta-fakta pada ban cadangan. Nah, berikut ini adalah berbagai fakta yang ada pada ban cadangan:
1. Ukuran ban cadangan
Untuk mobil keluaran lama, ban cadangan yang disematkan biasanya berukuran sama dengan jenis pelek. Namun, semakin lama ukuran ban serep semakin menciut. Seperti space saver untuk menghemat ruang kabin.
2. Tekanan angin ban cadangan
Tekanan angin pada ban cadangan umumnya jarang diperiksa. Saat benar-benar dibutuhkan, ternyata ban cadangan tidak bisa dipakai. Saat Anda mengisi angin pada ban yang dipakai, jangan lupa isi juga ban cadangan Anda. Isi tekanan udaranya hingga 60 psi.
3. Mobil tanpa ban cadangan
Ada juga mobil yang sudah tak disematkan ban cadangan. Mobil ini mengadopsi ban RFT (Run Flat Tire). Jika Anda mengalami kebocoran, ban masih bisa digunakan hingga jarak tempuh tertentu dengan kecepatan maksimum yang bergantung kepada spesifikasi ban. Pabrikan biasanya melengkapi alat penambal ban yang bisa digunakan bersama pompa ban.
4. Lokasi penyimpanan
Pada umumnya ban terletak di bagasi belakang dan tertutupi oleh karpet. Beberapa model SUV menyematkannya pada pintu belakang, selain menghemat ruang, penyematan ban di luar memperkuat kesan petualang dan mempermudah saat penggantian. Beberapa model juga menyematkannya di kolong mobil, untuk menurunkannya Anda membutuhkan kunci khusus.
5. Ban cadangan bersifat sementara
Sebenarnya, bann cadangan seperti space saver hanyalah bersifat sementara. Ukurannya yang mungil dengan pelek ‘kaleng’ tidak bisa disamakan dengan ban utama. Space saver juga memiliki batas kecepatan maksimal yang tertera pada dinding ban.